Recent Trend

Featured

Landing

Invention

Lebih 50 Orang Histeria

0
Lebih 50 Orang Histeria

Lebih 50 Orang Histeria

KOTA BHARU | Sebuah sekolah di Pengkalan Chepa terpaksa memberhentikan sesi pembelajaran selepas suasana bertukar kecoh apabila lebih dari 50 orang pelajar dan beberapa orang guru telah diserang histeria, lapor Berita Harian.

Menurut sumber, kejadian berkenaan telah bermula sejak Isnin lalu selepas beberapa pelajar mendakwa melihat makhluk halus yang didakwa pocong di sebuah kelas kosong.

Selepas terlihat makhluk halus berkenaan, pelajar terebut telah rebah dan meracau sebelum keadaan itu 'berjangkit' kepada pelajar lain.

Seorang pelajar Tingkatan Tiga yang enggan dikenali berkata, sesi pembelajaran sejak Isnin lalu terganggu disebabkan kejadian itu.

"Malah ada guru perempuan turut diserang histeria menyebabkan pembelajaran kami terganggu. "Pelajar yang kerasukan ini mendakwa mereka terlihat lembaga seperti pocong dan pontianak di beberapa kawasan sekolah seperti kelas kosong dan tandas," katanya.

Timbalan Pengarah Jabatan Pendidikan Negeri (JPN), Jaafar Ismail berkata, beliau sudah dimaklumkan berhubung perkara itu dan menyatakan pihak sekolah sudah mengadakan manjlis bacaan ayat suci al-Quran dan doa sebagai ikhtiar.

Sumber: Siakap Keli

0 comments

Kancing Baju Tulisan Quran

0
Kancing Baju Tulisan Quran

Kancing Baju Tulisan Quran

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mengamankan bahan motif kancingan baju bertuliskan ayat-ayat Alquran karena dianggap melecehkan umat Islam.

"Kancingan baju bermotif tulisan potongan ayat Alquran itu ditemukan pada salah satu usaha penjahitan keluarga di Desa Beureugang, Kecamatan Kaway XVI," kata Wakil Ketua MPU Aceh Barat Ustad Ahmad Rifai di Meulaboh, Kamis (7/4).

"Ada 20 butir kancingan baju kita terima dari penjahit itu dan dia mengaku mendapatkan bahan dari toko penjualan di Jalan Nasional. Pembuatan motif itu adalah bentuk pelecehan lambang dapat menodai perasaan umat Islam," tandasnya.

Rifai mengaku saat ini barang bukti tersebut telah diserahkan pula pada MPU Aceh untuk ditindak lanjuti, paling tidak melakukan upaya pencegahan peredaran bahan demikian di daerah-daerah lain.

Menurutnya, bukan tidak memungkinkan bahan-bahan kancing bertuliskan Alquran sudah beredar di pasar daerah lain dengan adanya temuan di Kabupaten Aceh Barat. Sebab distributor bahan-bahan motif pakaian ini bersumber dari satu penyalur di luar Aceh.

"Yang menjadi permasalahan adalah ayat quran adalah lambang kesucian umat muslim, jadi apabila disalah gunakan maka itu merupakan satu pelecehan, sama halnya seperti adanya temuan terompet yang bahan sampulnya bertuliskan ayat-ayat quran," beber Rifai.

Kalau ini dibiarkan, sambung Rifai, berarti kita sebagai umat Islam tidak peduli dengan lambang kesucian, jadi pelecehan sama seperti terompet yang ada kertas bertulis sampul quran.

"Inikan sudah menodai perasaan umat Islam apalagi daerah kita yang berkomitmen melaksanakan syariat Islam," tegasnya.

Lebih lanjut Ahmad Rifai mengimbau kepada masyarakat khususnya di Aceh yang melihat atau menemukan hal-hal demikian agar dapat melaporkannya kepada MPU agar dapat ditangani secepat mungkin sebelum berdampak luas.

Dia juga minta kepada masyarakat menelusuri keberadaan bahan-bahan bermotif demikian yang tidak menutup kemungkinan juga beredar di daerah-daerah lain di Aceh.

"Kami berasumsi apabila ini sudah beredar di Meulaboh, bukan tidak mungkin di tempat lain juga sudah beredar," pungkasnya, dikutip dari Antara.

Sumber: Merdeka
0 comments

PPP Kirim 1000 Jin Lancar Muktamar

0
PPP Kirim 1000 Jin Lancar Muktamar

PPP Kirim 1000 Jin Lancar Muktamar

Muktamar VIII Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan agenda utama islah akan berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur pada 8-11 April 2016. Dalam muktamar tersebut, PPP Jawa Timur mengaku akan mengirimkan 1000 jin Islam.

Menurut Ketua DPW PPP Jatim Musyaffa' Noer, pengiriman jin dilakukan karena akan ada pihak-pihak yang berusaha menggagalkan muktamar PPP. Upaya penggagalan tersebut sudah mulai bervariasi, mulai menggugat presiden, tidak mengakui muktamar, memecah belah kader dan menyusupkan orang untuk menggagalkan muktamar PPP.

"Beberapa kiai Madura, Jombang, Tuban, Kediri, Tulung Agung, Pasuruan, Jember juga mengirimkan ratusan santri jin Islam dari daerahnya masing-masing untuk menjaga muktamar. Kami tidak mempermasalahkan beberapa kiai mengirimkan sampai 1.000 jin Islam pada muktamar, yang terpenting kami menangkap niatnya para kiai baik untuk menjaga jalannya muktamar agar sukses dan membawa kemajuan PPP ke depan," kata Noer saat dihubungi merdeka.com, Kamis (7/4).

Menurutnya, muktamar harus benar-benar dijaga sampai sukses dan selesai. Muktamar merupakan harga mati dan suatu keharusan.

"Barang siapa berupaya menggagalkan muktamar PPP berarti berniat menghancurkan satu-satunya partai berasaskan Islam, dan pasti akan berhadapan tidak hanya kader PPP tetapi dengan umat Islam se-Indonesia," ujarnya.

"Muktamar adalah moment untuk menyatukan kader, silaturahim, membuat perubahan yang lebih baik dan memilih pemimpin yang tepat untuk partai Islam berlambang kabah dan berasaskan Islam," ucapnya.

Lanjutnya, guna mengamankan muktamar tersebut, Musyaffa' juga dibantu oleh seluruh kiai di Jawa Timur agar melancarkan acara tersebut.

Sumber: Merdeka
0 comments

PTK Sokong Najib

0
PTK Sokong Najib

PTK Sokong Najib

KUALA LUMPUR | Gabungan Pengamal Perubatan Tradisional Dan Komplementari (PTK) hari ini tampil menyatakan sokongan dan komitmen terhadap kepimpinan Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak.

Antara badan induk pengamal perubatan yang hadir pada sidang media di Hotel Putra di sini itu ialah Gabungan Pertubuhan Pengamal Perubatan Melayu Malaysia (GAPERA), Pertubuhan Perubatan India Malaysia (PEPTIM), Federation of Complementary Natural Medical Association Malaysia (FCNMAM), Federation of Chinese Physicians and Medicine Dealers Association of Malaysia (FCPMDAM) dan Malaysian Chinese Medical Association (MCMA) serta beberapa badan-badan kecil yang bernaung dibawah persatuan ini.

Solidariti gabungan pengamal PTK yang diwakili oleh Yang Dipertua GAPERA, Mohd. Adzhar Latif berkata, persidangan yang diberi nama ‘Solidariti Membawa Rahmat’ adalah bertujuan untuk menzahirkan dan melahirkan hasrat menyokong kepimpinan Najib.

Sebagai badan yang beroperasi di bawah naungan kerajaan Malaysia dan berpegang teguh prinsip taat kepada pemimpim adalah menjadi tanggungjawab PTK untuk menyokong pucuk pimpinan dan menolak sebarang bentuk deklarasi yang menggugat kepimpinan Perdana Menteri.

PTK yang telah sedekad memberi sumbangan kepada penjagaan kesihatan rakyat Malaysia meliputi semua mobility atau bidang amalan Perubatan Islam, Melayu, Cina, India dan Komplementari.

“Kami percaya dengan kepimpinan dan keprihatinan PM bahawa PTK akan menjadi salah satu agenda keutamaan kepada program transformasi nasional,” ujarnya pada sidang media itu.

Sumber: Mynewshub
0 comments

Keldai Diseksa

0

Keldai Diseksa


Seekor keldai telah diseksa oleh orang yang tidak dikenali. Menurut tuan keldai tersebut, keldainya telah diseret di atas jalan raya yang panas dan sebahagian badannya melecur.

Kejadian ini dilaporkan berlaku di wilayah Baha. Dan pihak polis telah pun menangkap lelaki yang menyeksa keldai terbabit. Pesalah akan didakwa di mahkamah selaras dengan undang-undang perlindungan haiwan.
0 comments

Ahmad Dhani Jadi Duta Kopi Pak Belalang

0
Ahmad Dhani Jadi Duta Kopi Pak Belalang

Ahmad Dhani Jadi Duta Kopi Pak Belalang

Syarikat Kopi Pak Belalang, penaja rancangan tv Akademi Silat rupanya dah melebar sayap ke Indonesia. Dia melantik Ahmad Dhani sebagai duta. Yelah, orang berniaga mungkin dah tolak darab mengambil Ahmad Dhani menjadi duta mereka. Pada saya sebagai orang biasa patutnya cari orang lainlah. Banyak lagi artis Indonesia yang glamor dan punya akhlak baik.

Musisi Ahmad Dhani harus menelan kecewa. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) disebut-sebut akan memasukan nama, Basuki T Purnama ikut dalam bursa penjaringan bakal calon gubernur DKI Jakarta. 
Meski sedikit menyimpan rasa kecewa, Ahmad Dhani tak berkecil hati. Dia baru saja dipinang oleh negeri jiran, Malaysia. Bukan menjadi pejabat, Dhani didaulat menjadi brand ambasador sebuah produk kopi.
Ayah empat orang anak ini yang menjadi brand ambasador Kopi Pak Belalang ini mengaku penunjukan dirinya merupakan apresiasi luar biasa. Bahkan Dhani menyanjung Malaysia sedemikian tinggi.
"Saya orangnya mauan. Kebetulan saya memang belum terikat kontrak dengan kopi manapun menurut saya ini apreasiasi luar biasa. Saya udah lama rasain. Orang Malaysia lebih menghargai saya dibandingkan orang Indonesia sendri," kata Ahmad Dhani di temui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis 24 Maret 2016.
"Bukannya saya sombong, di Malaysia saya terkenal banget. Di Indonesia juga. Tapi biasa-biasa aja," tambah Dhani.
Sementara itu CEO sekaligus Founder PT Classic Worldwide Internasional Group, Datok Sri DR. Rozaini Bin Hasan menjelaskan alasan meminang Ahmad Dhani sebagai ambasador.
"Alasanya karena pengaruh beliau (Ahmad Dhani) yang ada dan semangat Ahmad Dani. Semoga sukses kedepannya," tandasnya.
Disisi lain diakui Dhani dirinya memang pecinta kopi. Ia bahkan mempunyai cara menikmati kopi yang ia minum setiap hari.
"Abis minum kopi siapkan air putih 200 mili," kata ayah dari empat orang anak itu.
Sumber: Dream
0 comments

Ritual Tarik Hujan

0

Ritual Tarik Hujan


Apesal pulak Si Bomoh Ibrahim Mat Zin gi tayang depan wartawan buat aksi pecah buah tembikai untuk tarik hujan. Maka gegak gempitalah satu Malaysia bila melihat aksinya.

Sepatutnya ritual begini buat secara sembunyi dahlah kecuali ada agenda tersembunyi.

Orang ramai menuduh beliau sesat, bagai saya jangan mendahului orang yang lebih di Malaysia. Mufti lebih berhak memberi hukum. Mufti yang betul-betul alim bukan yang mengambil pendekatan populis,

Dari sisi yang lain pula saya melihat agamawan tak proaktif dalam menangani isu fenomena panas yang melanda sekarang. Agamawan kita lebih proaktif dalam menghukum bila sudah terjadi suatu perkara pelik seperti yang berlaku diatas.

Tak dengar lagi imam-imam masjid di qaryah kampung yang membuat Solat Minta Hujan. Kalau kata imam masjid sekarang makan tidur ada yang marah plak karang. Dahlag begitu tak bersemangat menangani maksiat yang berlaku di mukimnya. Padan dengan istighfar sahaja bila dengar ada bapok menadah punggungnya di kawasan qaryah. Imam-imam aktiflah sikit bos!



0 comments

Tukang Jahit Ambik Ukuran Menjadi Viral

0

Tukang Jahit Ambik Ukuran Menjadi Viral


Sebuah video tukang jahit mengambil ukuran badan pelanggan wanitanya menjadi viral di Saudi. Video itu diambil di sebuah kedai jahit di Mekah.

Dengar khabarnya tukang jahit tersebut sudah dibawa ke balai untuk soal siasat.

Jangan tuduh kerajaan Saudi kolot, dalam hukum lelaki ajnabi haram menyentuh wanita ajnabi kecuali dalam darurah. Inilah dinamakan pemerkasaan hukum Islam.

Jikalau hukum Islam tiada kekuatan di sesebuah negara, wanita bertelanjang pun negara tidak ambil kisah.
0 comments

Mukmin di Masjid

0

Mukmin di Masjid


Dr. Umar Abdul Kafi:

Orang mukmin (beriman) di masjid seumpama ikan di air, jika keluar mati.
Orang munafiq di masjid seumpama burung merpati dalam sangkar, nak terbang keluar segera bila pintu dibuka.
0 comments

Dua Pemikir Islam Wafat

0
Dua Pemikir Islam Wafat

Dua Pemikir Islam Wafat

Dr. Hasan Turabi (84 tahun), pemikir Islam asal Sudan dan juga pemimpin revolusi Islam Sudan meninggal dunia pada 5 Mac 2016. Beliau meninggal dunia di Khourtum.

Dr. Taha Jabir al-Alwani (lahir 1935) pula meninggal dunia pada 4 Mac 2016. Seorang pemikir Islam yang tinggal di USA. Berasal daripada Falujah, Iraq berkelulusan Universiti al-Azhar. Beliau meninggal dunia dalam perjalanan balik daripada Kaherah ke Washington.

Dua pemikir Islam ini tidak mewakili Wahabi, Salafi atau Asya'irah akan tetapi menyeru kepada kedamaian dan keterbukaan.

Semoga Allah menerima amal mereka dan mengampuni segala dosa mereka.
0 comments

JAKIM Haramkan Label Produk Ayat Ruqyah Makanan Sunnah

0
JAKIM Haramkan Label Produk Ayat Ruqyah Makanan Sunnah

JAKIM Haramkan Label Produk Ayat Ruqyah Makanan Sunnah

PUTRAJAYA | Semua syarikat dan pemohon Sijil Pengesahan Halal Malaysia tidak dibenarkan menggunakan terma ‘ayat ruqyah’, ‘makanan sunnah’ dan seumpamanya pada pelabelan produk bagi pengesahan status halal.

Ini termasuk pada sebarang bentuk pengiklanan dan promosi ke atas produk terbabit selepas layak menerima sijil halal yang sah, kata Ketua Pengarah Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim), Datuk Othman Mustapha.

Beliau berkata produk dilabelkan terma itu sering digunakan sesetengah pengusaha sebagai pelan pemasaran namun ia dikhuatiri boleh mengundang penipuan ke atas pengguna yang percaya produk itu lebih berkesan.

Malah ujar Othman, Muzakarah Majlis Fatwa Kebangsaan yang bersidang pada November tahun lalu turut memutuskan bahawa penggunaan ayat ruqyah pada sesuatu produk bagi tujuan komersial tidak dibenarkan.

Ini juga meliputi penyalahgunaan ayat istimewa berkenaan yang sering terdapat pada pelabelan bungkusan produk, bentuk pengiklanan atau promosi dilakukan syarikat terbabit setelah berjaya memperoleh sijil halal.
“Produk berasaskan ‘makanan sunnah’ atau makanan serta minuman yang didakwa sebagai dibacakan ayat al-Quran tertentu atau diruqyahkan sering kali disebut konon sebagai makanan terbaik untuk kesihatan.

“Selain itu, pihak Jakim mendapati ada produk yang menggunakan air zam zam sebagai ramuan utama campuran, namun kuantitinya amat sedikit dan kemudian ia dinyatakan pula sebagai ramuan pada label produk tersebut.

“Tindakan ini kemungkinan besar menyebabkan berlaku penipuan kepada orang ramai yang menganggap produk itu lebih berkat dan berkesan kerana dibacakan ayat al-Quran dan zikir serta doa tertentu,” jelas beliau.

Dalam satu kenyataan media pada Sabtu, Othman berkata, pekeliling mengenai peraturan itu sudah dikuat kuasa pada 15 Februari lalu ia dibuat mengikut Perintah Perihal Dagangan (Perakuan dan Penandaan Halal) 2011.

“Justeru, semua syarikat tempatan atau pemohon pensijilan halal Malaysia perlu mematuhi dan mengambil maklum mengenai pelaksanaan pekeliling terbaharu ini,” tegas beliau lagi. 

Sumber: Mynewshub
0 comments